Perjalanan Jodoh (di pindah dari jawaban saya di quora)
Pernahkah kalian mengharapkan sesuatu namun ketika dikejar malah tak mendapatkannya, tapi ketika diikhlaskan (bahkan dilupakan) malah tiba-tiba datang dengan sendirinya?
Pernah,banyak sekali hal yang "baru datang" disaat sudah lelah mengharapkannya dan akhirnya tak terlalu ngotot untuk mendoakannya.Mungkin juga bisa di sebut mengikhlaskan.Tapi sepertinya hati saya tidak seluas itu untuk di beri judul ikhlas hehe.
Satu hal yang paling membekas di memori tentu saja adalah tentang jodoh saya.Sampai pernah pada puncak rasa keputusasaan saya,berkata-kata setiap kali bercermin "Aku tuh nggak jelek-jelek amat,otak lumayan encer,agama cukup mengerti,bisa cari duit,sudah ada skill kerumahtanggaan,tapi kenapa kog kayaknya nggak ada cowok yang mau jadiin aku istri ya?😭"
Maaf kalimat tersebut hanyalah untuk penghibur hati yang lara kala itu.Sesungguhnya dan saya sadar memang semua kalimat itu hanyalah hoax yang saya ciptakan sendiri.Saya merasa capek dengan tekanan dari orang sekitar untuk segera memenuhi standar kesempurnaan hidup menurut mereka.Yaitu tentu saja MENIKAH.
Padahal saat itu saya baik-baik saja,tidak pernah merepotkan oranglain kecuali kepepet .Meski jomblo berkarat dan terlihat menyedihkan bagi mereka.Justru saya melihat banyak sekali yang sudah berhasil MENIKAH,tapi selalu berkeluh kesah dan banyak 'berdoa' di status medsosnya.
Saya juga hanya manusia biasa.Memiliki keinginan sebagaimana kebanyakan manusia.Membangun rumah tangga yang sakinah mawadah wa rahmah.Jika di chat di singkat menjadi Samawa ya.
Jujur dari awal saya membuat target untuk usia pernikahan saya,yaitu 25th.Usia yang bagi kebanyakan orang disini sudah lumayan matang untuk perempuan.Sebagian besar teman saya menikah pada usia 22–23th.Bahkan ada yang baru lulus SMK langsung di lamar dan di nikahi pria pujaannya.Tapi,saat itu saya masih ingin bersenang-senang menikmati hidup.
Merantau bekerja,melihat sebagian kecil isi dunia,menjalin hubungan tanpa arah yang jelas,jadi ojek ibu kesana kemari,itulah kegiatan saya pada rentang usia tersebut.Tapi ternyata kegiatan tersebut kebablasan saya lakukan sampai usia lebih dari kepala 3 haha.
Ya,target 25th menikah telah terlewati.Ternyata mendapatkan seseorang yang "klik" untuk hati saya seumur hidup lumayan susah ya.Saya suka orang,dia tidak suka.Orang suka saya,saya yang illfeel lantas menjauh.Dua-duanya suka,keadaan yang tidak mendukung.Sepertinya memang harus rumit sekali perjalanan saya mendapatkan patner untuk buku merah dan hijau.
Berbagai usaha saya sudah coba.Dari kenalan sendiri,di kenalkan oranglain semua zonk.Di tengah perjalanan pencarian jodoh terlalu banyak yang di alami.Hingga saat ini ada beberapa yang masih meninggalkan luka dalam.Penolakan mentah-mentah ataupun yang versi halus semua sudah di alami.
Yang paling menyakitkan saat ada seorang sahabat saya yang mengatakan suka dan akan segera melamar.Sudah berat hati saya nerimanya,takut kalau nanti gagal gimana.Saya pikir matang-matang dengan berbagai resikonya.Giliran saya sudah berkata "iya",dia pergi tanpa kata.Kemudian terdengar kabar pernikahannya.Nggak ngundang pula.Saya kehilangan harapan,sekaligus sahabat saya.Sakit.
Usaha benar-benar saya lakukan,meski sambil jalan saja.Saya sangat terlihat santai,santai seperti di pantai.Itulah yang terlihat di mata ibu saya dan juga di mata oranglain.Di kira mereka,saya terlalu pasif dan terlalu pemilih.Dikira mereka saya hanyalah kaum rebahan yang tidak berminat mencari pasangan.
"Buruan nikah,anakku aja sudah 2 lho"
"Kamu nyari yang gimana sih,kelamaan keburu nggak laku"
"Cepetan nikah,nikah itu enak lho"
Dan masih banyak kalimat yang akhirnya menjadi lagu wajib sehari-hari yang harus saya dengar.Walau pada akhirnya satu kalimat yang paling Wow adalah "Adikmu sudah mau menikah,kamu gimana?"
Panik gak?panik lah..
Si bontot,adik saya cepet bener mau nikah.Padahal usianya baru 23.Apa kabar saya?Sedih iya,seneng iya,malu iya,marah iya,campur aduk.Dan saya sempat merasa Allah tidak adil pada saya.Astagfirullah.
Saya usaha kog,tapi rasanya tak perlu juga saya umumkan ke seluruh kampung dan kota bentuk perjuangan saya.Berdoa?jangan ditanya.Sudah berjuta airmata rayuan ke Allah saya teteskan hanya demi mas jodoh.Saya sebut nama ini,gagal.Saya sebut nama itu nggak di kasih.Saya sebut nama lain malah di jauhkan.Akhirnya saya sebut "Siapa saja yang mana terbaik untuk hamba" .
Saya merasa di kejar waktu,tapi saya juga sadar jodoh tak bisa di paksakan.Apalagi menyangkut persoalan hati.
Hingga tibalah saat saya merasa benar-benar pasrah dan tak lagi memaksa berdoa tentang jodoh.Saya belajar menerima apa yang saya miliki dan apa yang menjadi takdir saya.Walau sebenarnya saat itu saya cukup stress bila memikirkan harus menghadiri pernikahan adik saya dengan status jomblo.Jelas,akan banyak pandangan nyinyir dan kasihan (halusinasi saya).Dan saya tidak menyukai situasi tersebut.
Suatu hari yang sedikit galau,saya iseng bermain sebuah aplikasi taaruf.Meski saya tau aplikasi tersebut tak akan pernah seperti taaruf yang sebenarnya.Karena ada akhirnya saya berkenalan dengan seorang pria dan berlanjut komunikasi melalui chat pribadi.
Pria tersebut sepertinya juga sedang galau.Karena sejak pertama kali chat,dia langsung mengutarakan maksudnya untuk mencari istri.Sepertinya dia sedang di kondisi yang sama dengan saya.Profilnya manis dan usianya hanya terpaut beberapa bulan lebih tua dari saya.
Saya yang iseng menjawab "kalau serius,kenalan dengan serius dong.Datang ke rumah temui bapak saya"
Pria tersebut langsung mengiyakan.Saya pikir bercanda saja.Selang 3hari dia meminta shareloc rumah saya dan serius akan datang kerumah.Kaget sih,tapi daripada ngajak ketemuan di luar ya sudah.Kebetulan di rumah sedang liburan semua,jadi aman.Dia nggak bakal berani aneh-aneh.
Oh ya,sebelumnya kami sempat bertukar akun Fa*****k.Jadi sedikit banyak saya bisa mengenal perilakunya di medsos.Saya kepoin akun tersebut dari tahun paling tua ke paling baru.Atas alasan tersebut saya izinkan dia datang ke rumah.
Singkat cerita,dia datang ke rumah bertemu saya dan bapak saya.Dia langsung utarakan niatan untuk berkenalan serius dengan saya.Melongo dong.Orang baru kenal langsung gas tanpa rem.Untungnya si mas ganteng,jadi saya bingung mau jawab apa hehe.Serius,saat itu saya cuma senyam senyum sejak pertama kali melihat kehadirannya.Apakah itu yang di sebut love at first sight?mbuh lah.
Kejadian demi kejadian berlangsung sangat singkat.Pria tersebut mampu memikat saya dalam waktu singkat.Dia berhasil meyakinkan saya tanpa terlalu banyak kata.Dia terbukti serius dan alhamdulillah berasal dari keluarga yang se frekuensi dengan keluarga saya.
3 hari saya kenal.3 minggu kemudian dia melamar.Hari ke 50 perkenalan,kami resmi menikah.Semua terasa mudah dan seakan di mudahkan.Semua terjadi saat saya sudah berhenti "memaksakan" doa.Hanya yakin bahwa Allah telah persiapkan yang terbaik.Dan Allah telah memberi yang sangat sangat terbaik untuk saya,yaitu mas suami saat ini.Akhirnya bisa hadir di pernikahan adik saya dengan status "alumni jomblo".
Pagi ini,hampir 1,5th usia pernikahan.Saya bersyukur saat memandangi wajah lelap suami saya.Seorang suami yang melengkapi saya disaat yang tepat.Menyempurnakan hidup saya dengan segala kebaikannya.Saya bahagia,meski hidup terasa belum sempurna.Karena belum hadirnya buah hati di pernikahan kami.Namun belajar dari pengalaman lalu,saya yakin Allah pasti telah mempersiapkan yang terbaik untuk hidup kami.Semoga.
Komentar
Posting Komentar